Mamuju, 31/10/2023. Bertempat di Aula rapat Dinas Kelautabn dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat,
Bidang Perikanan Tangkap dan TRL gelar kegiatan Penyuluhan tentahg keselamatan berlayar dokumen kelaikan dan bernavigasi pada nelayan.
Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan selama dua hari ini, mengundang pemateri dari PIP. Makassar yang datang dengan Tim yang diketuai oelh Bpk. Jamalauddin, SH., MM
Peserta yang didominasi oleh nelayan lokal ini adalah salah satu bentuk kerjasama antara Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulbar dengan lembaga Teknis
guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman nelayan.

Karena mengikuti kegiatan lain yag tidak kalah pentingnya, Kadis KP menyampaikan harapan terbaiknya dengan adanya kegiatan ini,
“Saya sangat mendujung dan mengapresiasi kegiatan ini, Insya Akkah kegiatan serupa akan terus kami galakkan guna memberikan pengetahuan dna pemahaman
bagi nelayan kita yang ada di Sulawesi Barat”. terang Khaeruddin Anas via whatsapp. Wawan Jurwanto selaku kepala Seksi Pengolahan hasil perikanan, yag pada kesempatan ini
mewakili Kadis KP memberikan sambutan sekaligus menyampaikan ucaoan terima kasih kepada Tim PIP yang telah bersedia hadi di Sulbar guna memberikan pengetahuan
kepada nelayan di Sulawesi Barat. “Selain pengalaman di laut, pengetahuan dalam bernavigasi secara teori pula diperlukan dalam rangka melaksanakan pengelolaan
sumberdaya laut”, tutur wawan.

Keselamatan berlayar adalah sejumlah tindakan dan praktik yang harus diikuti oleh kapal, awak kapal, dan pemilik kapal untuk memastikan bahwa perjalanan laut berlangsung dengan aman dan bebas dari risiko. Keselamatan berlayar adalah aspek kunci dalam industri maritim, dan berbagai aturan, peraturan, dan prosedur telah ditetapkan untuk mengatur aspek-aspek keselamatan ini. Beberapa komponen penting dari keselamatan berlayar meliputi:

  1. Peralatan Keselamatan: Kapal harus dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang sesuai, seperti pelampung, jaket pelampung, alat pemadam kebakaran, senter darurat, dan peralatan komunikasi darurat.
  2. Pemeliharaan Kapal: Kapal harus dijaga dan dirawat dengan baik agar tetap dalam kondisi kerja yang baik. Ini mencakup perawatan mesin, perbaikan, dan inspeksi berkala.
  3. Pelatihan Awak Kapal: Awak kapal harus dilatih untuk menghadapi situasi darurat, termasuk prosedur evakuasi, pemadam kebakaran, dan penyelamatan.
  4. Navigasi yang Aman: Kapten kapal dan kru harus memastikan bahwa navigasi kapal dilakukan dengan hati-hati dan mematuhi aturan navigasi serta batas kecepatan yang aman.
  5. Cuaca dan Peringatan: Kapten kapal harus selalu memantau cuaca dan peringatan maritim yang mungkin memengaruhi perjalanan kapal. Kapten harus dapat mengambil keputusan yang bijaksana terkait dengan rute dan tindakan yang perlu diambil dalam cuaca buruk.
  6. Komunikasi: Kapten dan awak kapal harus selalu dapat berkomunikasi dengan baik, baik di antara mereka maupun dengan kapal lain dan pusat kontrol.
  7. Evakuasi Darurat: Kapal harus memiliki rencana evakuasi darurat yang baik, dan seluruh awak kapal harus tahu prosedur evakuasi dan lokasi peralatan keselamatan.
  8. Peraturan dan Kepatuhan: Kapten dan pemilik kapal harus mematuhi semua peraturan dan regulasi yang berlaku, seperti yang ditetapkan oleh otoritas maritim dan organisasi keselamatan maritim internasional.
  9. Perlindungan Lingkungan: Keselamatan berlayar juga mencakup perlindungan lingkungan. Kapal harus mematuhi peraturan yang berlaku terkait dengan pengelolaan limbah dan polusi laut.
    Keselamatan berlayar adalah prioritas utama dalam pelayaran untuk melindungi nyawa manusia, melindungi lingkungan, dan memastikan bahwa perjalanan laut berlangsung dengan aman.

Materi-materi :

  1. Keselamatan berlayar
  2. Dokumen kelaikann
  3. Teknologi navigasi pelayaran

Tim PIP Makassar yang menyampaikan materi :

  1. Bustamin, M.T.,M.Mar
  2. Muh. Jafar, S.Sos., M.A.P
  3. Asnur, S.T., M.Mar,E
  4. Fandi, S.T., M.Mar.E
  5. Jamaluddin, S.H., M.M
  6. Capt.Ismail M.M.M.Mar

Kegiatan digelar dalam dua sesi, yakni penerimaan materi dan pelatihan teknis di lapangan yang dilaksanakan di PPI Kasiwa, Kab. Mamuju
Pada sesi diskusi yang berlangsung aktif, peserta mangakui akan masih adanya kekurangan khususnya peralatan keselamatan yang ada di atas kapal, hal ini tentu
harus mendapat perhatian khusus oleh para punggawa dan pemilik kapal.
Salah satu yang menjadi keluhan nelayan yakni proses pengurusan kelaikan bagi kapal baru belum ada di Sulawesi Barat. Jadi, selama ini nelayan kami harus ke Makassar (PPN Untia).
Ini menjadi PR penting bagi DKP Sulbar, untuk itu DKP akan lebih intens lagi berkamunikasi dengan pihak terkait khususnya KKP yang dalam hal ini menjadi kiblat pengelolaan sumberdaya perikanan.

By Dinas Kelautan dan Perikanan

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
YouTube
Instagram
Tiktok