Mamuju, 31/01/2024. “Semua data yang ada, kumpulkan ke saya untuk saya olah dengan sistem GIS”, titah Suyuti Marzuki yang merupakan salah satu ahli GIS di Indonesia. GiS adalah Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis (Aronoff, 1989). Bertempat di Aula PP Kasiwa, Kab. Mamuju, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulawesi Barat (Dr. Suyuti Marzuki, S.Pi., MT.,M.Sc), kembali berbagi ilmu saat pemaparan program dan kegiatan yang hari ini (Rabu, 31/01/2024) oleh Bidang Perikanan Tangkap dan TRK.

Pada sub sektor Perikanan Tangkap, Suyuti Marzuki melihat potensi yang cukup menjanjikan untuk diolah bersama oleh DKP Kabupaten. TTC (Tuna, Tongkol, Cakalang) adalah komuditas unggulan di wilayah perairan Provinsi Sulawesi Barat. Menurut data statistik Tahun 2022, hasil tangkapan tiga komuditas unggulan seperti ikan tuna menyentuh angka 4.887 ton, tongkol 10.158 ton dan 13.593 ton. Dari data di atas, kita dapat melihat potensi yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Barat sebagai wilayah penyangga IKN, cukup berpotensi untuk dikelola secara maksimal. Ikan merupakan komoditi subsektor perikanan yang kaya protein, mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, di samping itu memiliki nilai biologis 90% dengan jaringan pengikat sedikit sehingga mudah dicerna. Hal paling penting adalah harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan sumber protein lain (Marpaung, 2008).

Usaha penangkapan ikan merupakan suatu kegiatan nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perekonomian dengan memanfaatkan sumberdaya hayati perairan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Kegiatan usaha penangkapan ikan berhubungan dengan prinsip-prinsip usaha pada umumnya, segala yang diperlukan dipertimbangkan dengan matang antara biaya yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh agar mendapatkan keuntungan. Analisis finansial perlu dilakukan dengan maksud untuk mengetahui perkembangan usaha penangkapan ikan dari waktu ke waktu. Hal di atas menjadi slaah satu proses yang akan digiatkan oleh Kepala Dinas KP Prov. Sulbar yang dikenal sebagai pakar analis data.

Dengan potensi yang ada, Dinas Kelautan dan Perikanan khusus Bidang Perikanan Tangkap tentu menemui beberapa kendala yang menjadi “pekerjaan rumah” bersama dalam usaha pengembangan usaha perikanan tangkap, seperti :
1. Masih minimnya fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan (Khusus di Kab. Mateng dan Kab. Pasangkayu sementara proses pembangunan fasilitas Pelabuhan Perikanan)
2. Prov. Sulawesi Barat belum memiliki laboratorium pengujian hasil perikanan.
3. Masih minimnya sertifikasi sistem perizinan (PIT)
4. Masih sulitnya akses nelayan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan

Tujuan dari diadakannya pemaparan program dan kegiatan oleh masing-masing bidang adalah, agar Kepala Dinas beserta sejumlah Pejabat Es. III (Kepala Bidang) yang baru bargabung dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan yang dihadapi DKP dan program/kegiatan apa saja yang harus segera dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan du tanah Malaqbi yang kita cintai bersama ini.

By Dinas Kelautan dan Perikanan

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

Follow by Email
YouTube
Instagram