Mamuju, 30/01/2024. “Pengadaan laboaratorium budidaya saat ini diperlukan guna melaksanakan program dan kegiatan Kesehatan Ikan dan Lingkungan Perairan”, tutur Roswati Panasa selaku Kabid Perikanan Budidaya. Dihadapan Kepala Dinas, Bidang Perikanan Budidaya memaparkan program kerja dan kegiatan yahg akan dilaksanakana pada Tahun Anggaran 2024, dintaranya :
1. Pelaksanaan sistem bioflok bagi pembudidaya
2. Pengadaan bibit ikan bandeng
3. Pengadaan bibit ikan nila
4. Pengadaan pakan ikan
Untuk itu, Bidang Perikanan Budidaya di bawah komando Roswati Panasa, S.Pi., M.A.P, akan segera menyusun jadwal dalam rangka memverifikasi kelompok caloan penerima bantuan dimaksud.

Kadis KP Prov. Sulbar yang nota bene pernah mengambangkan hatchery di Benur Kita Kab.Barru dan Paotere, Makassar, mengaku sangat tertarik dengan pengembangan perikanan budidaya di Sulawesi Barat. Menurutnya salah satu kelemahan pengembangan perikanan budidaya saat ini adalah sistem pengolahan data yang belum menggunankan GIS (Geographic Information System) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. (Aronoff, 1989). “Saya adalah salah satu ahli GIS di Indonesia, kita akan kelola data perikanan kita dengan sistem GIS dan data metrik”, terang Kadis KP yang pernah berprofesi sebagai coastal engineering and management consultant.

“Sekedar informasi bahwa Pengertian lain mengenai GIS adalah rangkaian sistem komputer untuk menangkap, menyimpan, memeriksa, dan menampilkan data yang terkait dengan posisi di permukaan bumi. Kemampuan ini membedakan GIS dari alat informasi sistem lainnya yang dapat membuatnya berharga untuk berbagai perusahaan publik maupun swasta. Dengan keunggulannya yaitu dapat menjelaskan peristiwa, memprediksi hasil, dan strategi perencanaan. Kita ketahui pembuatan peta dan analisis geografis bukanlah hal baru di era sekarang ini, tetapi GIS melakukan tugas-tugas ini dengan lebih baik dan lebih cepat daripada cara manual (conventional) yang lama. Dan, sebelum teknologi GIS muncul, hanya sedikit orang yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menggunakan sebuah informasi geografis untuk membantu pengambilan keputusan dan memecahkan masalah” Sambungnya sedikit memberi penjelasan kepada peserta rapat pagi ini.

Rasa salut dan bangga disampaikan Kadis KP (Dr. Suyuti Marzuki, S.Pi.,MT.,M.Sc) kepada Bidang Perikanan Budidaya yang telah memiliki Laboratorium sendiri. “Saya salut sama bidang budidaya ini, hanya sekelas bidang di dinas Provinsi tapi sudah punya lab sendiri” ungkap Kadis yang pernah menjadi koordinator asisten untuk mata kuliah Kualitas Air, Parasitologi dan Fisiologi Hewan Air di UNHAS. Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulawesi Barat, melalui Bidang Perikanan Budidaya berencana akan mengembangkan lab yang sudah ada dimulai dari peningkatan kapasitas SDM (Laboran) dan alat beserta bahan yang akan digunakan untuk menguji sampel. Sekedar infomasi bahwa laboratorium perikanan merupakan laboratorium KESKANLING (Kesehatan Ikan dan Lingkungan ) berada didalam struktur organisasi di Bidang Perikanan Budiaya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat. kegiatan didalamnya meliputi pengujian kualitas air meliputi pengujian kualitas air tawar dan air payau, Pengujian mutu hasil perikanan meliputi uji formalin. Sasaran kegiatan pengujian yang ada di laboratorium perikanan adalah para pembudidaya dan pedagang pasar, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas benih dan menjaga kualitas produk hasil perikanan, adapun kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Pengambilan dan penerimaan sampel mutu hasil perikanan
2. Pengujian kualitas air
3. Pengujian mikrobiologi
4. Pengujian formalin

Selain Bidang Perikanan Budidaya, Kepala UPTD BBIP Poniang (H. Irwan Latif, S.Pi.,M.A.P) pula turut guna memaparkan program dan kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan di UPTD BBIP Poniang. Keterbatasan anggaran yang diujungi oleh tingginya target PAD merupakan hal yang sering kali menjadi kendala dalam pelaksanaan program dan kegiatan di semua OPD khususnya UPTD yang ada. Untuk itu, Kepala Dinas KP akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna merealistisasi ketersediaan anggaran dan terget PAD yang telah ditetapkan. Sedikit penjasalan bahwa Istilah hatchery banyak digunakan dalam dunia peternakan dan perikanan. Terjemahan bebasnyaberarti pembenihan. Dalam konteks ini, hatchery berarti bangunan yang digunakan sebagai tempat pembenihan ikan, dari pemijahan sampai menghasilkan larva. Bangunan hatchery bisa dibuat secarapermanen, semipermanen, atau secara sederhana dari tanah.Hatchery sangat menentukan berhasil tidaknya pemijahan. Karena itu, agar pemijahan berhasildengan baik, perlu diperhatikan masalah ketersediaan atap atau pelindung hatchery, lokasi hatchery,yaitu dekat dengan sumber air, volume air yang selalu mencukupi, kondisi air, yaitu yang jernih, bebasdari pencemaran bahan-bahan berbahaya, ber-pH netral, dan kandungan oksigennya tinggi, serta lokasiyang tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau karena dalam tahapan ini perlu pengontrolan yang sangatintensi. (Sumber : idscribd). Untuk UPTD Poniang sendiri, Suyuti Marzuki menganjurkan agar pasa panen memperhitung dan menyesuaikan dengan waktu tebar pembudidaya.

Adapun hasil rapat dan beserta semua aspirasi dari Bidanag dan UPTD, akan dilaporkan ke Pj. Gunernur sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan do masa yang akan datang, khusus dalam penyusunan program dan kegiatan pada BIdang Perikanan Budidaya.

By Dinas Kelautan dan Perikanan

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat

Follow by Email
YouTube
Instagram